<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957354163833467076</id><updated>2012-01-17T00:29:30.306-08:00</updated><title type='text'>Anekdot  -  Guyon Parikeno</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bagidot.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bagidot.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Subagyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03002258208696313274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_62JA91MK510/TPB20oqlegI/AAAAAAAAAUo/LPr_O7ZqwuA/S220/Fotoku.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957354163833467076.post-4967531459258935731</id><published>2010-09-14T17:25:00.000-07:00</published><updated>2010-09-14T17:25:45.901-07:00</updated><title type='text'>Umat Islam Indonesia Tidak Masuk Surga?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_62JA91MK510/TJASa-6EiYI/AAAAAAAAAUQ/sohPvRAlazs/s1600/imf_worldbank_r2_c2+copy.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_62JA91MK510/TJASa-6EiYI/AAAAAAAAAUQ/sohPvRAlazs/s320/imf_worldbank_r2_c2+copy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kelak di Yaumul Hisab, ternyata umat Islam Indonesia tidak bisa masuk surga. Hal itu diumumkan secara terbuka oleh malaikat Ridwan. Sedangkan malaikat Malik si Penjaga Neraka yang biasanya sangar bisa senyum-senyum sinis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, gimana ini? Katanya Allah SWT menjanjikan surga bagi yang beriman dan beramal saleh? Tapi kenapa kami tidak bisa masuk surga?” tanya Habib Riziq dari juru bicara FPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mana ada amal saleh kok ngrusak?” jawab malaikat Ridwan secara retoris, dengan santainya. “Syukurin loe!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Astaghfirullah! Mana ini kebenaran Quran? Kami katanya dijamin dengan surga jika beriman dan beramal saleh?” tanya Din Syamsuddin dari juru bicara Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rasulullah SAW, mana syafaatmu? Kenapa nasib kami bisa begini?” tanya Gus Dur mewakili Nahdlatul Ulama (NU).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Capek deh! Ternyata bukan cuma politisi Indonesia yang ngibul! Allah SWT juga ngibul! Rugi kami shalat tiap hari menjelang usia tua kami, kalau macam gini!” kata seorang muslim abangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena makin gaduh maka malaikat Juru Bicara Surga menjelaskan. “Tenang! Tenang ya! Ini sudah keputusan Allah SWT. Kalian terlalu cuek dalam menjalankan perintah Allah dan RasulNya. Kenapa kalian tidak bisa masuk surga? Sebab Rasulullah SAW kan telah mengingatkan bahwa orang Islam yang meninggal dalam keadaan punya utang maka tidak akan bisa masuk surga, selama utang belum ada yang melunasi. Nah, pemerintah Indonesia tiap tahun ngutang, hingga tahun 2010 ngumpul Rp. 1.600 T lebih, dan tiap tahun selalu utang, tapi kalian tidak memberontak untuk mencegahnya. Makanya kalian ikut menanggung utang itu dan tidak lunas hingga kiamat datang. Makanya kalian sebagai rakyat Indonesia yang turut menanggung utang itu tidak akan masuk surga. Kasihan deh loe! Kasihan! Kasihan! Kasihan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh umat Islam Indonesia itupun menyesal punya negara pengutang. Ternyata lembaga-lembaga setan semacam IMF, World Bank, ADB dan lain-lain sukses menghantarkan mereka ke dalam neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipasang juga di: &lt;br /&gt;http://hiburan.kompasiana.com/group/gosip/2010/09/13/umat-islam-indonesia-tidak-masuk-surga/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957354163833467076-4967531459258935731?l=bagidot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bagidot.blogspot.com/feeds/4967531459258935731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957354163833467076&amp;postID=4967531459258935731' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/4967531459258935731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/4967531459258935731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bagidot.blogspot.com/2010/09/umat-islam-indonesia-tidak-masuk-surga.html' title='Umat Islam Indonesia Tidak Masuk Surga?'/><author><name>Subagyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03002258208696313274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_62JA91MK510/TPB20oqlegI/AAAAAAAAAUo/LPr_O7ZqwuA/S220/Fotoku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_62JA91MK510/TJASa-6EiYI/AAAAAAAAAUQ/sohPvRAlazs/s72-c/imf_worldbank_r2_c2+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957354163833467076.post-1898536872872004579</id><published>2010-02-15T01:17:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T01:47:06.404-08:00</updated><title type='text'>Keguguran Karena Gempa Jogja</title><content type='html'>Seorang ibu-ibu bernama Tulkiyem menggugat Rumah Sakit Gondal Gandul (RSG), gara-gara diduga adanya malpraktik yang terjadi pada tanggal 29 Mei 2006, sehingga Bu Tulkiyem mengalami keguguran janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika di Pengadilan, pengacara pihak RSG menjawab gugatan Bu Tulkiyem bahwa keguguran janin itu terjadi karena gempa Jogja 26 Mei 2006. Itu dibuktikan dari pendapat ahli kandungan RSG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa alasannya kok keguguran janin disebabkan gempa Jogja?" tanya wartawan kepada pengacara RSG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau mau jawaban lebih detil, silahkan bertanya kepada para ahli geologi yang disewa Lapindo!" jawab pengacara RSG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para wartawan bertanya kepada ahli geologi yang disewa Lapindo.&lt;br /&gt;"Pak, apakah ada hubungan antara gugurnya janin Bu Tulkiyem di Sidoarjo pada tanggal 29 Mei 2006 dengan gempa Jogja 26 Mei 2006?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, itu kata siapa?" tanya ahli geologi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kata pengacara pihak RSG Pak. Dia menggunakan pendapat dokter kandungan RSG," jawab wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waduh, kaco deh! Kalian tanya dokter ahli kandungan itu, bagaimana dia bukan ahli di soal gempa bumi bisa menghubungkan gempa jogja dengan gugurnya kandungan seseorang!" pinta ahli geologi itu dengan geram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu para wartawan bertanya kepada dokter kandungan RSG.&lt;br /&gt;"Bu Dokter, kami diminta ahli geologinya Lapindo untuk bertanya kepada Bu Dokter. Ibu kan bukan ahli gempa, tapi mengapa bisa punya analisis bahwa gugurnya kandungan Bu Tulkiyem disebabkan gempa Jogja?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Walah, kalian tanya juga tuh kepada para ahli geologi dan pemboran pihak Lapindo; kenapa mereka bukan ahli gempa kok bisa punya kesimpulan bahwa semburan lumpur Lapindo disebabkan gempa Jogja? Kalau mereka bisa diakui pengadilan, kenapa kami tidak? Kan sama-sama bukan ahli gempanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para wartawan itu pusing, akhirnya ngeloyor pergi..... "Pusing! Banyak orang sinting di negara ini!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wwkwkwkwkwkwkwkwkwk........ modar kowe !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957354163833467076-1898536872872004579?l=bagidot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bagidot.blogspot.com/feeds/1898536872872004579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957354163833467076&amp;postID=1898536872872004579' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/1898536872872004579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/1898536872872004579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bagidot.blogspot.com/2010/02/keguguran-karena-gempa-jogja.html' title='Keguguran Karena Gempa Jogja'/><author><name>Subagyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03002258208696313274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_62JA91MK510/TPB20oqlegI/AAAAAAAAAUo/LPr_O7ZqwuA/S220/Fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957354163833467076.post-1568654403154428784</id><published>2009-02-21T04:21:00.000-08:00</published><updated>2009-02-21T04:22:39.360-08:00</updated><title type='text'>HUKUM NEGARA , CICILAN LAPINDO, DAN AIR KENCING</title><content type='html'>Suatu hari, Menteri Keuangan (Menkeu) Indonesia marah-marah gara-gara kedatangan Dirjen Pajak yang membawa surat dari 20 juta wajib pajak korporasi dan perorangan pembayar pajak terbesar, yang mengirim surat pernyataan akan mencicil pembayaran kewajiban pajak mulai Januari 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, ini tidak bisa dibiarkan! Ini melanggar hukum!” Menkeu  menggebrak meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi mereka punya alasan lo Bu Menteri,” kata Dirjen Pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa alasan mereka?” Tanya Menkeu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada tanggal 3 Desember 2008 lalu Presiden SBY menyetujui kesanggupan Nirwan Bakrie mencicil Rp. 30 juta per bulan per berkas tanah dan atau bangunan korban Lapindo, untuk tanah bersertifikat. Padahal itu kan melanggar ketentuan pasal 15 ayat (1) dan (2) Perpres No. 14 Tahun 2007. Nah, para wajib pajak itu minta dispensasi yang sama agar boleh melanggar hukum, seperti yang boleh dilakukan Grup Bakrie,” Dirjen Pajak menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“?????????????!!!!!!!!!!!!!&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;%%%%%%%%........!” Menkeu pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama. Korban Lapindo sejak dulu sudah puyeng, sudah banyak yang penyakitan, gila dan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Surabaya, 17 Nopember 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, ada berita lagi: 20 wajib pajak badan meminta keringanan kepada pemerintah agar memberi kelonggaran kepada mereka untuk menurunkan cicilan pajak, menjadi lebih kecil lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa-apaan ini? Ini aturan negara dibuat permainan! Apa gunanya aturan! Apa guna negara?” kata Menteri Keuangan marah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh, sejak kapan Bu negara ini tidak dijadikan permainan? Bukankah pasal 15 ayat 1 dan 2 Peraturan Presiden No. 14 Tahun 2007 yang sudah dikuatkan dengan putusan MA No. 24/P/HUM/2007 itu juga dimain-mainkan? Grup Bakrie tidak tunduk, dan Presiden diam saja.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukankah kewajiban pembayaran tunai berdasarkan hukum itu kemudian direduksi jadi cicilan Rp. 30 juta perbulan, lalu direduksi lagi jadi Rp. 15 juta perbulan? Dan itu berlaku hanya bagi yang tanahnya bersertifikat. Bagi korban pemilik tanah yang tidak bersertifikat kan nggak akan dibayar?” sanggah seorang wajib pajak mewakili perusahaan yang sudah tenggelam ke dalam Lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya ya. Anda benar juga. Kalau begitu, setiap warga negara Indonesia punya hak untuk mencicil dan mempersulit pembayaran kewajibannya dengan cara melanggar hokum negara, seperti yang dilakukan Grup Bakrie ya?” tanya Menteri Keuangan, retoris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 21 Pebruari 2009, …. ketika air urine saya ketinggalan di Balai RW dan sudah hilang. Ya sudahlah. Aku rela air kencingku hilang, yang penting selang alias saluran keluarnya tidak hilang, seperti hilangnya hukum negara ini, hahaha…….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957354163833467076-1568654403154428784?l=bagidot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bagidot.blogspot.com/feeds/1568654403154428784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957354163833467076&amp;postID=1568654403154428784' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/1568654403154428784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/1568654403154428784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bagidot.blogspot.com/2009/02/hukum-negara-cicilan-lapindo-dan-air.html' title='HUKUM NEGARA , CICILAN LAPINDO, DAN AIR KENCING'/><author><name>Subagyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03002258208696313274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_62JA91MK510/TPB20oqlegI/AAAAAAAAAUo/LPr_O7ZqwuA/S220/Fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957354163833467076.post-5717698824537767622</id><published>2008-11-18T00:03:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T00:09:06.136-08:00</updated><title type='text'>A STORY FROM CAPE TOWN</title><content type='html'>American Assosiation of Petroleum Geologists (AAPG) menyelenggarakan konferensi yang dihadiri para ahli geologi di dunia. Pada Selasa 28 Oktober 2008 mereka membahas penyebab semburan lumpur Lapindo. Mereka pakai istilah LUSI: Lumpur Sidoarjo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moderator acara ilmiah di Cape Town itu bertanya kepada para ahli setelah sesi acara presentasi dan debat ilmiah berakhir. Ternyata, 42 ahli menilai semburan Lumpur Lapindo disebabkan salah pemboran, 3 ahli menilai karena gempa Jogja dan 13 ahli berpendapat bahwa semburan Lumpur Lapindo akibat pemboran dan gempa Jogja, 16 ahli golput dengan alasan data inkonklusif, belum ngeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf! Anda yang dipojok adalah satu-satunya ahli yang belum berpendapat?” tanya moderator kepada ahli itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, eheh….. ehm… menurut saya, semburan lumpur Lapindo itu bisa mengakibatkan saham-saham usaha Grup Bakrie jatuh. Kepercayaan publik akan runtuh, sebab tanggung jawabnya tidak dipenuhi secara utuh. Perusahaan go public yang mempunyai isu negatif dan busuk pasti akan runtuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf… pertanyaannya: apa penyebab semburan lumpur Lapindo? Tentu dari sudut geologi atau teknik,” moderator mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mana bisa saya menjawab penyebab semburan lumpur?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anda ahli geologi dari mana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya ahli ekonomi dari Unair, temannya Bapak Prof. Tjuk Sukiadi.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“?????????????????????” moderator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 17 Nopember 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957354163833467076-5717698824537767622?l=bagidot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bagidot.blogspot.com/feeds/5717698824537767622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957354163833467076&amp;postID=5717698824537767622' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/5717698824537767622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/5717698824537767622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bagidot.blogspot.com/2008/11/story-from-cape-town.html' title='A STORY FROM CAPE TOWN'/><author><name>Subagyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03002258208696313274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_62JA91MK510/TPB20oqlegI/AAAAAAAAAUo/LPr_O7ZqwuA/S220/Fotoku.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957354163833467076.post-6335088335330234047</id><published>2008-08-18T02:15:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T02:44:33.384-07:00</updated><title type='text'>Abunawar, Abugelap Batubara dan Lumpur Lapindo</title><content type='html'>Alkisah, kasus lumpur Lapindo menyedot perhatian dunia, alam kubur dan akhirat. Tak luput Abunawas yang sudah ada di alam kubur pun datang melihat lumpur Lapindo. Melihat masyarakat yang menjadi korban Lapindo itu Abunawas tergerak untuk membantu. Maka dia diberikan mandat oleh korban Lapindo untuk menghadapi kerajaan Aburizal Bakrie yang memproduksi lumpur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan Abunawas dari Baghdad yang terkenal itu lo ya! Ini Abunawas dari Lengkong, daerah Nganjuk. Kekekek....  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, nama bosnya Lapindo kok ya Abu,... sama dengan namaku. Dia Aburizal, aku Abunawas. Ini namanya takdir," gumam Abunawas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abunawas ini memang cukup lihai. Bahkan Aburizal Bakrie pun bertekuk lutut kepadanya. Bayangkan, ribuan korban Lapindo yang surat-surat tanahnya tenggelam, bisa diganti dengan bekas karcis parkir. Dan Bakrie setuju. Apa nggak hebat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi lama kelamaan lha kok Abunawas keluar jalur, membuat model penyelesaian sendiri. Dia memang sering melakukan musyawarah untuk menuju mufakat dengan pihak Lapindo, tapi kali ini kesepakatan musyawarahnya meleset tidak sesuai perjanjian korban Lapindo dengan Lapindo yang sudah diteken.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Abu! Bagaimana ini kok jadi begini. Perjanjian jual-beli tanah kok diubah menjadi perjanjian tukar tanah?" tanya warga marah-marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Loh, kalian harus bersyukur kepada Alloh! Itu anugerah. Bayangkan, tanah kalian sudah jadi danau lumpur diganti dengan tanah yang sehat dan siap pakai. Kan malah untung!" jawab Abunawas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya nggak bisa begitu! Justru Abu Bakrie yang untung nggak perlu merebus tanah sudah bisa jadi bubur tanah alias lumpur itu!" Wah, ini pasti warga yang belum pernah membedakan rasa bubur ayam dengan bubur tanah... hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian ini dasar warga nggak tahu terima kasih! Gini aja aku kerja keras tawar-menawar dengan Lapindo!" kata Abunawas dengan geram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oooo... ternyata keahlianmu tawar-menawar, tapi kok nggak bilang-bilang kami dulu. Saya kira kamu ini Abunawas yang cerdik itu! Eeeeee.... ternyata kamu ABUNAWAR alias Abunawas tukang tawar-menawar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu, Abunawas asal Lengkong Nganjuk itu terkenal disebut sebagai Abunawar. Sedangkan Aburizal Bakrie sejak kasus peng-enthit-an dana bagi hasil tambang batubara yang dilakukan perusahannya di Kalimantan itu namanya dikenal sebagai Abugelap Batubara. Wah, apanya Cosmas Batubara? Hehehe... nggak ada hubungan marga. Cuma sama-sama orang Golkar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha kok kasus lumpur Lapindo mengarah ke soal batubara? Ya mungkin saja batubara yang diembat dari kalimantan itu untuk bahan bakar memasak bubur tanah yang menjadi lumpur Lapindo itu. Makanya PLN kesulitan batubara. Kwakwakwakwak.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957354163833467076-6335088335330234047?l=bagidot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bagidot.blogspot.com/feeds/6335088335330234047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957354163833467076&amp;postID=6335088335330234047' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/6335088335330234047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/6335088335330234047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bagidot.blogspot.com/2008/08/abunawar-abugelap-batubara-dan-lumpur.html' title='Abunawar, Abugelap Batubara dan Lumpur Lapindo'/><author><name>Subagyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03002258208696313274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_62JA91MK510/TPB20oqlegI/AAAAAAAAAUo/LPr_O7ZqwuA/S220/Fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957354163833467076.post-2878121156322354528</id><published>2008-08-16T22:04:00.000-07:00</published><updated>2008-08-16T22:10:47.716-07:00</updated><title type='text'>Semburan Lumpur Lapindo dan Pendapat Jaksa</title><content type='html'>Alkisah, penegakan hukum pidana kasus lumpur Lapindo maju-mundur. Si penegak hukum berkilah bahwa untuk menemukan kesalahan Lapindo harus menggunakan teori sebab-akibat (kausalitas). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya danau lumpur yang menyengsarakan puluhan ribu rakyat Sidoarjo dan jutaan orang Jawa Timur merupakan akibat. Tapi penyebabkan sulit ditemukan karena kejadiannya di dalam bumi. Maka, disusunlah acara debat publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini kasus yang sulit. Kejadiannya di dalam bumi. Siapa yang bisa melihat? Nggak ada kan?” tanya si Jaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lha kalau nggak bisa dilihat, kenapa Lapindo tahu di dalam bumi Blok Brantas ada migasnya Pak Jaksa?” tanya Supeno, mahasiswa dari Universitas Kompal-Kampul (Unkam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya itu kan melalui penelitian. Ada alatnya mungkin,” jawab si Jaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya berarti kejadian semburan lumpur itu juga bisa diteliti dong Pak?” tanya Supeno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masalahnya para ahli yang meneliti pendapatnya berbeda-beda?” tanya balik si Jaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gini deh Pak. Maaf Pak. Bapak punya anak?” tanya Bagidot menyela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya. Anak saya dua. Satu kuliah di Komunikasi, satu di Hukum,” jawab Jaksa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak-anak Bapak itu akibat dari hubungan seks Bapak dengan isteri kan Pak?” tanya Bagidot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa maksud kamu ini? Fokus ke diskusi lumpur Lapindo dong!” bentak si Jaksa marah-marah. Hadirin tertawa riuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf Pak! Maksud saya begini: Pak Jaksa dengan isteri kan sudah berhubungan seks. Itu penyebab lahirnya anak-anak Bapak. Tapi kan nggak ada orang yang tahu, kapan dan di mana Bapak berhubungan seks dengan isteri. Iya kan Pak?..... Jadi,  untuk membuktikan bahwa anak Bapak itu akibat perbuatan Anda dengan isteri, ya nggak perlu saksi langsung yang melihat Bapak berhubungan badan dengan isteri. Iya kan Pak? .....&lt;br /&gt;Sama halnya semburan lumpur Lapindo ya nggak perlu ada saksi yang tahu kejadian di dalam bumi. Tapi kan yang jelas itu terjadi di 50 meter dari Sumur Banjar Panji 1 yang sedang bermasalah itu. Iya kan Pak.... ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Jaksa langsung saja berkemas pulang. Daripada meladeni orang yang menurutnya kurang waras itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagidot, 16/8/2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957354163833467076-2878121156322354528?l=bagidot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bagidot.blogspot.com/feeds/2878121156322354528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957354163833467076&amp;postID=2878121156322354528' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/2878121156322354528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/2878121156322354528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bagidot.blogspot.com/2008/08/semburan-lumpur-lapindo-dan-pendapat.html' title='Semburan Lumpur Lapindo dan Pendapat Jaksa'/><author><name>Subagyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03002258208696313274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_62JA91MK510/TPB20oqlegI/AAAAAAAAAUo/LPr_O7ZqwuA/S220/Fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957354163833467076.post-6107343973957165196</id><published>2008-08-09T22:50:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T22:54:19.899-07:00</updated><title type='text'>BPLS, Kuli dan Remaja Tidak Lulus SMA</title><content type='html'>Sekelompok anak remaja pada suatu Minggu datang dari jauh, tamasya lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo. Maklum, lumpur itu bukan sembarang lumpur, tapi terkenal di seluruh dunia. Nama “Sidoarjo” lebih terkenal dibandingkan nama “Indonesia”, seperti nama “Bali” yang juga lebih terkenal daripada “Indonesia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang remaja yang sudah dua kali tidak lulus SMA bernama Rajikan bertanya kepada seorang kuli  penanggulan lumpur, “Pak, siapa yang menugaskan Bapak di sini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“BPLS Mas,” jawab bapak kuli itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa itu BPLS?” tanya Rajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya juga nggak tahu....., apa ya?” jawab kuli itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa saja yang dilakukan si BPLS selama ini untuk mengatasi semburan lumpur Lapindo ini?” tanya Rajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa.... ya... Ya cuma membuat dan memperkuat tanggul,” jawab Pak kuli yang lebih terhormat dibandingkan pejabat koruptor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, kalau kerjanya cuma memerintahkan membuat tanggul sih nggak perlu sekolah tinggi-tinggi Pak. Orang nggak usah sekolah juga bisa begitu! Mungkin Bapak ini lebih pintar membuat tanggul dibandingkan si BPLS yang cuma tukang perintah penanggulan itu,” kata Rajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, saya tahu Pak! Si BPLS itu mungkin singkatan dari Bagian Penanggul Lumpur Seluas-luasnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya mungkin Mas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawakwakwakwak............ namanya juga nggak lulus SMA....!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957354163833467076-6107343973957165196?l=bagidot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bagidot.blogspot.com/feeds/6107343973957165196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957354163833467076&amp;postID=6107343973957165196' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/6107343973957165196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/6107343973957165196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bagidot.blogspot.com/2008/08/bpls-kuli-dan-remaja-tidak-lulus-sma.html' title='BPLS, Kuli dan Remaja Tidak Lulus SMA'/><author><name>Subagyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03002258208696313274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_62JA91MK510/TPB20oqlegI/AAAAAAAAAUo/LPr_O7ZqwuA/S220/Fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957354163833467076.post-6561863351885495977</id><published>2008-06-12T01:02:00.000-07:00</published><updated>2008-06-12T01:26:33.139-07:00</updated><title type='text'>SEMPROTAN LUMPUR LAPINDO</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Lapindo tidak sepakat dengan gerakan menutup lumpur lapindo yang dipioneri oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rudi Rubiandini, Buya Syafii Maarif, Tjuk Sukiadi, Sholahuddin Wahid, dan tokoh-tokoh lainnya, sebab Lapindo percaya dengan para ahlinya yang disewanya yang menyimpulkan bahwa semburan lumpur Lapindo itu akibat gempa Jogja. Kasihan deh gempa Jogja jadi tersangka! &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam mitos Jawa, konon gempa bumi disebabkan sang pemanggul bumi yaitu Semar atau Dewa Ismaya lagi capek sehingga mengalihkan bumi dari satu pundak ke pundaknya yang lain. Istilah Jawanya adalah: &lt;i style=""&gt;alihan&lt;/i&gt;, yaitu: mengalihkan beban, misalnya tadinya di pundak kiri ke pundak kanan. Wah, kalau begitu penyidik Polda Jatim harus mengirim surat panggilan kepada Mbah Semar dong?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Suatu hari, konon Lapindo sanggup mendatangkan ahli. Katanya dari Jepang. Namanya Prof. Mr. Morimoro .Sebelum ahli Jepang itu mempraktikkan keahliannya, lebih dulu diuji di depan para ahli pemboran dan perminyakan serta ahli geologi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;“Apa teori Anda Mister Moro?” tanya Prof. Asukun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;"Ah sederhana saja,”&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; jawab Prof. Morimoro&lt;span style=""&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;“Tolong dilihat mulut saya ini ya! Coba saya masukkan air,&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lalu saya semburkan ..... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bruuuuuuuuushshsh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;!&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bedakan dengan kalau saya pakai semprotan ini! Yak......&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;cuuuuuuuuuuuuurrrrrrrr&lt;/span&gt;.....!&lt;span style=""&gt;"  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Lebih besar mana &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;volume air yang saya semburkan dengan&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang keluar dari semprotan ini tadi?”&lt;span style=""&gt;   tanya Morimoro.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;“Besar semburan...... !!!!!!!!!!" jawab hadirin serentak.&lt;/span&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;“Okey? Itulah teori saya, bahwa semburan lebih besar&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt; dibandingkan semprotan. Jadi, usaha yang bisa dilakukan&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menurut saya bukan menghentikan semburan lumpur, tapi&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pemerintah harus memasang semprotan di bibir lubang tempat&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lumpur itu menyembur. Maka nanti namanya bukan lagi&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;semburan lumpur Lapindo, tapi menjadi SEMPROTAN&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;LUMPUR LAPINDO.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;“Horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee!" Hadirin bersorak, bertepuk tangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Wah gak&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;waras profesor iki!” kata seorang wartawan Surabaya sambil ngeloyor.&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957354163833467076-6561863351885495977?l=bagidot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bagidot.blogspot.com/feeds/6561863351885495977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957354163833467076&amp;postID=6561863351885495977' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/6561863351885495977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/6561863351885495977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bagidot.blogspot.com/2008/06/semprotan-lumpur-lapindo.html' title='SEMPROTAN LUMPUR LAPINDO'/><author><name>Subagyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03002258208696313274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_62JA91MK510/TPB20oqlegI/AAAAAAAAAUo/LPr_O7ZqwuA/S220/Fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957354163833467076.post-6032523366464969627</id><published>2008-06-04T03:28:00.000-07:00</published><updated>2008-06-04T03:29:53.297-07:00</updated><title type='text'>Lapindo Lawan TKI Malaysia</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seorang warga Renokenongo Sidoarjo yang menjadi TKI di Malaysia baru bisa pulang setelah dua tahun peristiwa semburan lumpur Lapindo terjadi. Tanah dan rumahnya di Renokenongo Sidoarjo turut tenggelam, padahal itu dibeli dari tabungannya sebagai TKI. Karena belum mendapatkan uang jual-beli atas tanahnya yang terendam lumpur, ia mendatangani Lapindo.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Maaf Pak. Bapak harus membuktikan bahwa Bapak punya tanah di sana!” kata petugas Lapindo.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Dulu ada petok dan surat jual-belinya, tapi ya ikut tenggelam ke lumpur, sebab nggak ada yang njaga.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Tanpa bukti, tidak bisa diproses Pak,” jawab petugas itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Katanya bisa dengan cara sumpah kalau &lt;i style=""&gt;nggak&lt;/i&gt; ada bukti hak?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Wah... sumpahnya harus kolektif Pak, dulu dengan Pak Emha Ainun Nadjib. Nggak ada sumpah gelombang berikutnya. Nanti jadi kayak pendaftaran mahasiswa baru,” kata petugas itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Yah, ini tidak adil Pak. Lalu bagaimana nasib tanah saya yang tenggelam?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Itu bukan urusan kami Pak.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Karena tidak berhasil, orang itu mendatangi tempat semburan lumpur Lapindo dengan membawa truk sewaan. Lalu ia mengambil beberapa karung lumpur, diangkutnya lumpur itu di atas truk dan dibawa ke kantor Lapindo. Lantas dibebernya lumpur itu di halaman kantor Lapindo, sehingga para petugas Lapindo marah dan mendatangi orang itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Apa maksud Bapak ini?” tanya si petugas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Orang itu diam saja sambil cengar-cengir. Lalu datanglah si Bos besar Lapindo menghampiri orang itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Bapak telah melanggar hukum karena mengotori halaman kantor kami dengan lumpur itu!” kata Bos Lapindo sambil berkacak pinggang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Alah Pak. Wong halaman kantornya dikasih lumpur sedikit aja kok marah, menuduh saya melanggar hukum. Lha Anda kan malah menenggelamkan desa-desa kami, ada puluhan ribu penduduk terusir, tapi para hakim bilang Anda tidak melanggar hukum? Para Jaksa juga bingung menyimpulkan Anda melanggar hukum atau tidak. Iya kan? Saya nggak percaya kalau tanah kantor ini milik Anda. Mana buktinya?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Si Bos lalu minta petugasnya menunjukkan sertifikat HBG kantor itu ke korban lumpur itu. Dengan cekatan si TKI itu menyambar sertifikat itu, lalu memasukkan sertifikat itu ke dalam lumpur yang dibebernya. Kontan sertifikat itu rusak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Wah... kamu ini sembarangan ya, merusak sertifikat tanah kami!” kata Bos Lapindo, marah besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Nggak usah marah Bos! Kita impas kan? Satu-satu. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Anda hilangkan bukti hak saya, sekarang saya rusak bukti hak Anda. Pas kan? Hehehe....”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Lalu pergilah orang itu ke Malaysia lagi untuk menjadi TKI. Ia bersumpah tak akan kembali ke negara yang terancam tergenang lumpur. Kecuali kalau ia disuruh jadi presiden RI. Kwakkwakkwak.......! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Bagidot, 4/6/2008.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957354163833467076-6032523366464969627?l=bagidot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bagidot.blogspot.com/feeds/6032523366464969627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957354163833467076&amp;postID=6032523366464969627' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/6032523366464969627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/6032523366464969627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bagidot.blogspot.com/2008/06/lapindo-lawan-tki-malaysia.html' title='Lapindo Lawan TKI Malaysia'/><author><name>Subagyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03002258208696313274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_62JA91MK510/TPB20oqlegI/AAAAAAAAAUo/LPr_O7ZqwuA/S220/Fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957354163833467076.post-8791756503764014907</id><published>2008-06-04T03:21:00.000-07:00</published><updated>2008-06-04T03:23:02.687-07:00</updated><title type='text'>Lapindo Lawan Pedagang Jamu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Suatu hari, dalam proses transaksi jual-beli tanah dan rumah korban lumpur Lapindo berdasarkan Perpres No. 14/2007 terjadi kegaduhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Bu. Ibu tahu nggak. Tanah ibu ini dihargai lima belas kali lipat dari harga menurut nilai jual obyek pajak (NJOP)-nya. Ibu pernah nggak baca tulisan Emha Ainun Nadjib di koran Surya bahwa lumpur Lapindo itu anugerah agung?” kata petugas Lapindo.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Loh.... saya maunya 50 kali lipat dari NJOP-nya!” kata Ibu Minah yang dikenal sebagai pedagang jamu itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Dari mana hitungannya?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Wah, goblok sampean! Begini: &lt;i style=""&gt;Pertama&lt;/i&gt;, tanah saya itu kan semakin tebal dan tinggi karena tergenang lumpur. Tambah tebal sekitar 17 meter dan bisa bertambah lagi. Kalau Lapindo mau menguruk tanah setinggi 17 meter, berapa biayanya? Lagipula, dengan adanya tambahan ketebalan tanah saya itu, cara menghitung harga tanah saya bukan pakai ukuran panjang kali lebar, tapi pakai hitungan: panjang kali lebar kali tinggi. Bukan lagi meter persegi, tapi meter kubik. Iya kan? &lt;i style=""&gt;Kedua&lt;/i&gt;, di bawah tanahnya itu ada kandungan gas dan minyak. Berapa harganya itu? &lt;i style=""&gt;Ketiga&lt;/i&gt;,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kalau nanti bisa menjadi taman wisata lumpur atau suaka-geologi, berapa hasil karcisnya tiap hari? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;, saya kehilangan pelanggan peminum jamu. Berapa kerugian saya per hari sampai dua tahun ini? &lt;i style=""&gt;Kelima&lt;/i&gt;, ada ajimat saya agar awet muda yang tenggelam ke dalam lumpur. Padahal itu lebih mujarab dibandingkan spa di salon-salon. Berapa kerugian imateriil saya? Gara-gara ajimat saya itu kan ada ahli dari kampus Unair dan lainnya yang bilang lumpur Lapindo bisa untuk spa? Iya kan? Lha kalau lumpur itu dijual ke salon-salon kecantikan di seluruh dunia, berapa hasilnya?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Petugas Lapindo itu tak berkutik. Ia membenarkan pendapat Emha bahwa lumpur Lapindo itu anugerah agung. Tapi anugerah bagi Lapindo. Selain anugerah-anugerah itu juga ada anugerah lainnya, yaitu: Lapindo disantuni negara setiap tahun melalui APBN dan APBD. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Bagidot, 4/6/2008&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957354163833467076-8791756503764014907?l=bagidot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bagidot.blogspot.com/feeds/8791756503764014907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957354163833467076&amp;postID=8791756503764014907' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/8791756503764014907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/8791756503764014907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bagidot.blogspot.com/2008/06/lapindo-lawan-pedagang-jamu.html' title='Lapindo Lawan Pedagang Jamu'/><author><name>Subagyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03002258208696313274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_62JA91MK510/TPB20oqlegI/AAAAAAAAAUo/LPr_O7ZqwuA/S220/Fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957354163833467076.post-5902813016513530344</id><published>2008-06-03T03:22:00.000-07:00</published><updated>2008-06-04T03:19:44.422-07:00</updated><title type='text'>Ada Investor Tertarik Membeli Lumpur Lapindo?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Senyum / marah sedikit)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;IZIN LOKASI USAHA PENGUBURAN KEBODOHAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Seorang investor asing datang ke Porong Sidoarjo. Ia tertarik membeli kubangan lumpur Lapindo. Gubernur Jawa Timur yang menyertai kunjungannya terheran-heran. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Gubernur&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;: “Untuk apa Mister mau beli kubangan lumpur Lapindo ini?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Investor&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: “Oh... itu nanti akan nampak di permohonan izin lokasinya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Sebulan kemudian perusahaan investor berdiri dengan nama: PT. Lumpur Makmur beserta seluruh izin usahanya. Tapi Bupati Sidoarjo terkejut ketika direktur PT. Lumpur Makmur mengajukan permohonan izin lokasi yang tertera kalimat : “&lt;i style=""&gt;Untuk mengubur kebodohan&lt;/i&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Si Bupati heran, apa usaha penguburan kebodohan termasuk bisnis ekonomi yang terdaftar di Dinas Perekonomian? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Bupati&lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;: “Mana bisa usaha penguburan kebodohan diberi izin?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kabag Ekonomi&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;: “Wah nggak ada Pak.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bupati&lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;: “Jadi nggak bisa?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kabag Ekonomi&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;: “Nggak bisa, Nggak ada dasar hukumnya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bupati&lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;: “Tanya ke Menteri Ekonomi?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kabag Ekonomi&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;: “Sudah. Katanya nggak ada! Nggak bisa”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Sang investor tersenyum geli. Akhirnya dia mengajukan izin eksploitasi seluruh kekayaan Indonesia dan menghabiskannya. Sebab di Indonesia tak ada izin penguburan kebodohan. Gampang menghabiskan kekayaan bangsa yang pemerintahannya tidak mengizinkan usaha penguburan kebodohan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Surabaya, 2 Juni 2008 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957354163833467076-5902813016513530344?l=bagidot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bagidot.blogspot.com/feeds/5902813016513530344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957354163833467076&amp;postID=5902813016513530344' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/5902813016513530344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/5902813016513530344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bagidot.blogspot.com/2008/06/ada-investor-tertarik-membeli-lumpur.html' title='Ada Investor Tertarik Membeli Lumpur Lapindo?'/><author><name>Subagyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03002258208696313274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_62JA91MK510/TPB20oqlegI/AAAAAAAAAUo/LPr_O7ZqwuA/S220/Fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957354163833467076.post-8692865090986955004</id><published>2008-05-23T20:33:00.000-07:00</published><updated>2008-05-23T20:50:09.278-07:00</updated><title type='text'>SBY JK = Susah BBM Ya jalan Kaki</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pagi-pagi, bangun tidur, tanggal 24 Mei 2008, lihat MP (mobile phone) ada SMS dari kawan di Balikpapan: &lt;i style=""&gt;“Pemerintah tuli! Harga BBM benar-benar naik. Susah! Wah, kalau begitu ya SBY – JK saja: (S)usah (B)BM (Y)a (J)alan (K)aki saja !”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Wakakakak....... &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957354163833467076-8692865090986955004?l=bagidot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bagidot.blogspot.com/feeds/8692865090986955004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957354163833467076&amp;postID=8692865090986955004' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/8692865090986955004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/8692865090986955004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bagidot.blogspot.com/2008/05/sby-jk-susah-bbm-ya-jalan-kaki.html' title='SBY JK = Susah BBM Ya jalan Kaki'/><author><name>Subagyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03002258208696313274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_62JA91MK510/TPB20oqlegI/AAAAAAAAAUo/LPr_O7ZqwuA/S220/Fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957354163833467076.post-9091737770872420048</id><published>2008-05-17T00:36:00.000-07:00</published><updated>2008-05-17T00:52:00.665-07:00</updated><title type='text'>Goblok Juga Bisa Kaya</title><content type='html'>Kriiiiiiiiiiiiiiiing, dering telepon kantor Mitun. Ia bergegas menerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat siang. Di sini kantor makelar perkara Rokim &amp;amp; Partners," sapa Mitun, si sekretaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siang! Mbak,... saya minta nomer telepon kantor ini! Cepat ya!" bentak orang yang sedang menelepon kantor Mitun itu. Suaranya galak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf Pak, ini yang sedang Bapak hubungi adalah nomor telepon kantor kami," jawab Mitun dengan sopan nan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bilang, saya minta nomer telepon kantor ini! Kamu nggak tahu saya ini Hong Kong Blok, customer nomer satu di kantor ini!...  Cepat! Aku mau nomer telepon kantormu!" bentak Pak Hong Kong Blok semakin terdengar galak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, daripada ramai, Mitun menuruti. "Yang waras ngalah,"  gumam Mitun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mohon dicatat Pak,... ini nomernya: 593xxxx.... ," kata Mitun tetap sopan. Maklum, Hong Kong Blok itu memang klien kaya di kantor Mitun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah... ini yang aku maksud. Sebentar lagi aku telepon Mbak Mitun. Ada yang penting nih!" kata Pak Hong Kong Blok dengan tetap ketus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitun meletakkan gagang teleponnya. Sebentar kemudian telepon itu berdering lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat siang!" sapa Mitun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siang! Nah, ini nomer telepon kantor yang aku maksudkan..... Ini baru benar.... Saya mau bicara sama Pak Rokim. Mana orangnya? Kasus saya kok nggak jalan. Katanya kalau biaya hakimnya sudah dibayar akan cepat beres......." dst.... Hong Kong Blok marah-marah, ngomel-ngomel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitun ya jengkel, ya pengin tertawa. Ternyata orang goblok juga bisa kaya.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957354163833467076-9091737770872420048?l=bagidot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bagidot.blogspot.com/feeds/9091737770872420048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957354163833467076&amp;postID=9091737770872420048' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/9091737770872420048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/9091737770872420048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bagidot.blogspot.com/2008/05/goblok-juga-bisa-kaya.html' title='Goblok Juga Bisa Kaya'/><author><name>Subagyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03002258208696313274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_62JA91MK510/TPB20oqlegI/AAAAAAAAAUo/LPr_O7ZqwuA/S220/Fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957354163833467076.post-3576168873912691082</id><published>2008-05-17T00:23:00.000-07:00</published><updated>2008-05-17T00:29:39.168-07:00</updated><title type='text'>Mengapa Pesawat Indonesia Dilarang ke Eropa?</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Dari Cak Bagio, 20/9/2007&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Ada cerita begini: Suatu hari pesawat terbang Indonesia terbang ke Inggris. Pesawat oleng di angkasa, diduga kelebihan muatan. Maklum, pesawat Indonesia pernah ada yang jatuh diduga kelebihan muatan durian. Penumpang pesawat itu dari berbagai negara. Seorang warga negara Cina berteriak kepada petugas, "Tolong, tiga koper saya di bagasi dibuang saja! Isinya uang! &lt;i&gt;Nggak&lt;/i&gt; masalah, di Cina gampang cari uang.    Cina kaya!" Tiga koper uang si Cina dibuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;               &lt;/span&gt;Seorang warga Amerika Serikat (AS) tak mau kalah. "Silahkan buang lima koper saya yang berisi uang dan surat-surat berharga! AS lebih kaya Bung!" kata si Amerika dengan sombong, tak mau kalah dengan Bush. Tapi pesawat masih oleng. Penumpang semakin panik. Seorang warga Arab Saudi berdiri dan berteriak, "Masya Allah! Tolong lima kuintal kurma saya juga buang dari bagasi!" Tapi pesawat tetap oleng. Akhirnya seorang warga Indonesia menyeret dua orang di kiri dan kanannya menuju pintu pesawat dan melempar keluar dua orang itu. "Hai, Anda gila!" teriak orang Nigeria. "&lt;i&gt;Oh, no problem&lt;/i&gt;, dua orang tadi koruptor Indonesia yang mau kabur. Jangan kuatir, Indonesia kaya koruptor, masih banyak persediaan," jawab si Indonesia santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;               &lt;/span&gt;Tapi pesawat tetap oleng. Si Nigeria mendatangi si Indonesia dan melemparnya keluar dengan dugaan si Indonesia tadi juga koruptor. Pesawat terbang mulai melayang dengan tenang. Para penumpang gaduh membuat kesimpulan; pesawat tadi oleng karena ditumpangi tiga koruptor Indonesia. Sesampai di Inggris berita itu tersebar, sehingga UE mengeluarkan keputusan melarang maskapai penerbangan Indonesia ke Eropa sebab Indonesia terkenal sebagai surga koruptor. Maka sekarang ada teori baru dalam teknik penerbangan, yaitu: KORUPTOR PENYEBAB PESAWAT TERBANG OLENG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suruh naik sepeda onthel atau tongkang aja ke Eropa!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957354163833467076-3576168873912691082?l=bagidot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bagidot.blogspot.com/feeds/3576168873912691082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957354163833467076&amp;postID=3576168873912691082' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/3576168873912691082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957354163833467076/posts/default/3576168873912691082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bagidot.blogspot.com/2008/05/mengapa-pesawat-indonesia-dilarang-ke.html' title='Mengapa Pesawat Indonesia Dilarang ke Eropa?'/><author><name>Subagyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03002258208696313274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_62JA91MK510/TPB20oqlegI/AAAAAAAAAUo/LPr_O7ZqwuA/S220/Fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
